Mode Gelap
Periode Fiskal
Periode Fiskal adalah pembagian tahun buku menjadi periode-periode bulanan untuk pencatatan transaksi keuangan. Setiap jurnal dan transaksi harus masuk ke dalam periode fiskal yang aktif. Fitur ini memungkinkan Anda mengontrol kapan transaksi boleh dicatat dan kapan buku ditutup.
Path menu: Data Induk → Periode Fiskal (/master-data/fiscal-period)
Tentang Periode Fiskal
Periode fiskal biasanya terdiri dari 12 periode bulanan dalam satu tahun buku. Sebagian besar bisnis di Indonesia menggunakan tahun kalender (Januari--Desember), namun sistem juga mendukung tahun buku kustom (misalnya April--Maret).
Setiap periode memiliki status yang mengontrol apakah transaksi dapat dicatat ke dalam periode tersebut.
Status Periode Fiskal
Open → Locked → Closed
↓
(Reopen) → Open| Status | Keterangan |
|---|---|
| Open | Periode aktif, jurnal dan transaksi dapat dicatat ke periode ini |
| Locked | Periode dikunci sementara, tidak ada transaksi baru yang bisa masuk. Dapat dibuka kembali (reopen) |
| Closed | Periode ditutup permanen, buku sudah final. Dapat di-reopen jika diperlukan koreksi |
Melihat Daftar Periode
Halaman utama menampilkan seluruh periode fiskal yang terdaftar:
| Kolom | Keterangan |
|---|---|
| Periode | Nama periode (contoh: Januari 2026, Februari 2026) |
| Tanggal Mulai | Tanggal awal periode |
| Tanggal Akhir | Tanggal akhir periode |
| Tahun Fiskal | Tahun buku yang diikuti |
| Status | Open, Locked, atau Closed |
| Jumlah Jurnal | Total jurnal yang tercatat dalam periode ini |
Membuat Periode Fiskal Baru
- Klik tombol Buat Periode di pojok kanan atas halaman
- Isi informasi periode:
- Tahun Fiskal -- tahun buku (contoh: 2026)
- Bulan Awal -- bulan dimulainya tahun buku (default: Januari)
- Jumlah Periode -- jumlah periode yang akan dibuat (default: 12)
- Klik Buat
- Sistem akan otomatis membuat seluruh periode bulanan sesuai konfigurasi
TIP
Buat periode fiskal untuk tahun buku berikutnya sebelum tahun buku berjalan berakhir. Hal ini memastikan transaksi awal tahun baru dapat langsung dicatat tanpa menunggu.
Mengunci Periode (Lock)
Mengunci periode berguna untuk mencegah perubahan transaksi pada periode yang sedang di-review atau audit:
- Pada daftar periode, klik ikon Lock pada periode yang ingin dikunci
- Konfirmasi penguncian pada dialog yang muncul
- Status berubah menjadi Locked
- Seluruh jurnal dan transaksi pada periode ini tidak dapat diubah atau ditambah
Menutup Periode (Close)
Menutup periode dilakukan setelah seluruh transaksi pada periode tersebut sudah final:
- Pada daftar periode, klik ikon Close pada periode yang ingin ditutup
- Pastikan semua jurnal sudah diposting dan tidak ada draft yang tertinggal
- Konfirmasi penutupan pada dialog yang muncul
- Status berubah menjadi Closed
Perhatian
Periode yang sudah ditutup tidak bisa diisi jurnal baru. Pastikan semua transaksi sudah lengkap dan benar sebelum menutup periode. Jika ditemukan kesalahan setelah ditutup, gunakan fitur Reopen.
Membuka Kembali Periode (Reopen)
Jika ditemukan kesalahan yang memerlukan koreksi pada periode yang sudah ditutup atau dikunci:
- Pada daftar periode, klik ikon Reopen pada periode yang ingin dibuka kembali
- Isi alasan pembukaan kembali (wajib)
- Konfirmasi pada dialog yang muncul
- Status kembali menjadi Open
- Setelah koreksi selesai, kunci atau tutup kembali periode tersebut
Reopen Memerlukan Otorisasi
Hanya pengguna dengan hak akses Owner atau Finance Manager yang dapat membuka kembali periode yang sudah ditutup. Setiap aktivitas reopen dicatat dalam log audit.
Urutan Penutupan
Disarankan menutup periode secara berurutan dari bulan terlama:
- Pastikan seluruh jurnal di periode tersebut sudah diposting
- Review laporan keuangan untuk periode yang akan ditutup
- Lakukan tutup periode dari bulan terlama terlebih dahulu
- Lanjutkan ke bulan berikutnya
TIP
Biasakan menutup periode paling lambat pada tanggal 15 bulan berikutnya. Misalnya, periode Januari ditutup paling lambat 15 Februari. Kebiasaan ini menjaga disiplin pencatatan dan akurasi laporan.